Wednesday, May 15, 2019

Safety tips for women

1. What should a woman do if she finds herself alone in the company of a strange male as she prepares to enter a lift in a High Rise apartment late at night …?????

Experts Say : Enter the lift ……… If you need to reach the 13th floor, press all the buttons up to your destination. No one will dare attack you in a lift that stops on every floor.

2. What to do if a stranger tries to attack you when you are alone in your house, run into the kitchen.

Experts Say : You alone know where the chili powder and turmeric are kept. And where the knives and plates are. All these can be turned into deadly weapons. If nothing else, start throwing plates and utensils all over. Let them break. Scream… Remember that noise is the greatest enemy of a molester. He does not want to be caught.

3. Taking an Auto or Taxi at Night.

Experts Say : Before getting into an auto at night, note down its registration number. Then use the mobile to call your family or friend and pass on the details to them in the language the driver understands. Even if no one answers your call, pretend you are in a conversation. The driver now knows someone has his details and he will be in serious trouble if anything goes wrong. He is now bound to take you home safe and sound. A potential attacker is now your de facto protector.

4. What if the driver turns into a street he is not supposed too and you feel you are entering a danger zone …

Experts Say : Use the handle of your purse or your stole (dupatta) to wrap around his neck and pull him back. Within seconds, he will feel choked and helpless. In case you don’t have a purse or stole just pull him back by his collar. The top button of his shirt would then do the same trick.

5. If you are stalked at night …

Expert Say : enter a shop or a house and explain your predicament. If it is night and shops are not open, go inside an ATM box. ATM centers always have close circuit television. Fearing identification, no one will dare attack you.

After all, being mentally alert is the greatest weapon you can ever have.

Please spread it to all those women u care & spread awareness as this is the least we can do for a social & moral cause and for the safety of our women.

Thursday, May 9, 2019

Imam Ahmad dan Istighfar

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Di masa akhir hidupnya beliau bercerita;
Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.
Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba di sana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.
Begitu selesai solat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba penjaga masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya; "Kenapa kamu di sini, syaikh?."

Kata "syaikh" boleh digunakan untuk 3 panggilan:
1⃣untuk orang tua,
2⃣orang kaya atau pun
3⃣orang yg berilmu

Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena penjaga tu memanggil hanya sebagai orang tua.
Penjaga masjid itu tidak tau yang lelaki itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya.

Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada kamera / gambar sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.
Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata penjaga tu, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."
Imam Ahmad bercerita,
"Saya diusir oleh orang itu, disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di birai masjid."
Ketika sudah berbaring di birai masjid Penjaganya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Kamu nak apa lagi syaikh?". Kata penjaga itu.
Sy nak tidur, saya musafir", kata Imam Ahmad.
Lalu penjaga masjid berkata;
"Di dalam masjid tidak boleh, di birai masjid juga gak boleh." Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, "Saya diusir sampai jalanan."

Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adunan, sambil melihat kejadian imam Ahmad diusir oleh penjaga masjid tadi.
Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meski pun kecil."
Kata Imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).
Penjual roti ini punya perilaku baik dan memuliakan tetamu. Kalau Imam Ahmad mengajak bersembang, pasti dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adunan roti sambil (terus-menerus) melafazkan ISTIGHFAR. "Astaghfirullah"
Saat meletakkan garam, astaghfirullah, memecah telur, astaghfirullah , mencampur gandum astaghfirullah. Dia senantiasa mengucapkan istighfar.

Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad terus memerhatiknnya.
Lalu imam Ahmad bertanya, "Sudah berapa lama kamu lakukan ini?"
Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."
Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatan mu ini?"
Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) Tidak ada hajat / keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. Semua yg saya minta ya Allah... pasti saya akan dapat"

صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;
"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rezeki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."
Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"
Kata orang itu; "Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."
Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, "Allahu Akbar..!
Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai diusir oleh penjaga masjid - Sampai ke jalanan, ternyata karena ISTIGHFAR MU."
Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg di depannya adalah Imam Ahmad.
Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)